Sabtu, 13 Agustus 2011 - 03:05:20 WIBDjohar Arifin Husein ; Tirulah Aremania!
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Opini - Dibaca: 616 kali

Aremania, begitu mempesona bagi banyak kalangan, sampai sampai seorang Ketua PSSI terpilih Djohar Arifin pun membuat statement yang begitu membanggakan bagi ayas sendiri dan semua Aremania pastinya. Apa yang beliau katakan? Hehehehe dalam media on line malang-post lah yang ayas temui hal ini. Let’s cek it tot…….
MALANG – Assessment atau penilaian oleh PSSI baru dilakukan pada
minggu ketiga bulan Agustus ini, dilanjutkan dengan inspeksi oleh AFC
(Asian Football Confederation) pada akhir bulan September nanti. Namun
Arema Indonesia sudah dipastikan masuk kategori klub professional.
Setidaknya menurut keterangan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat
menghadiri diskusi sepakbola di Malang, ada 9 klub professional yang
menurutnya sudah layak mengikuti kompetisi profesional seperti
persyaratan AFC. Satu diantara 9 klub itu adalah Arema. Sembilan klub
lainnya, enam klub dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) yaitu
Arema, Semen Padang, Persib Bandung, Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo dan
Sriwijaya FC. Ditambah tiga klub dari kompetisi Liga Primier Indonesia
(LPI) yaitu Persema Malang, PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro.
’’Ya, itulah sembilan klub yang sampai saat ini layak jadi klub
profesional, dari ISL ada enam klub dan dari LPI ada empat klub.
Klub-klub ini yang memenuhi lima syarat dari AFC untuk klub
professional,’’ ungkap Djohar kemarin.
Lima aspek yang menjadi penilaian klub profesional itu meliputi aspek
legal, finansial, administrasi personal, supporting dan infrastruktur.
Menurut Djohar, sembilan klub yang disebutkannya itu telah memiliki lima
aspek klub professional dan layak berkompetisi di level 1.
‘’Dari lima syarat tersebut terlihat sudah dipenuhi dan dimiliki oleh
sembilan klub itu,’’ terang Djohar memastikan lima aspek itu wajib
dipenuhi klub-klub yang ingin tampil di level kompetisi tertinggi sesuai
ketentuan AFC. Sekalipun dari sembilan klub itu, tak tercantum nama
Persipura Jayapura sebagai juara ISL.
‘’Ya tragis untuk tim yang berjuang di ISL, kalau memang tidak memenuhi
(assessment klub professional, Red) terpaksa kembali amatir. Ini bukan
kemauan PSSI, tapi kemauan dari AFC. Kita sudah terjebak dengan
keputusan AFC, karena sebenarnya sejak tahun 2008 kita sudah diberi
kelonggaran,’’ jelas Djohar.
‘’Selama tiga tahun kita terlena, selama itu klub harusnya diberi
kesempatan berbenah dan sekarang kita mendapat deadline dari AFC hingga
tanggal 14 Oktober nanti. Mau tidak mau, kita harus ikut dan sudah tidak
diberi kelonggaran lagi, hanya dua pilihan, profesional atau amatir,’’
sambungnya.
Menurut mengakuannya, sudah tidak ada pilihan bagi sepakbola Indonesia
untuk menjadi sebuah industri, setelah sekian lama terbuai dengan
kucuran dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Salah satu
syaratnya, klub professional itu harus berbentuk PT (Perseroan
Terbatas).
Seperti yang telah dilakukan Arema sejak tahun 2004 lalu, tepatnya
sebelum kompetisi ISL bergulir. Sehingga tidak segan-segan Djohar,
meminta klub lain yang ingin professional untuk belajar ke Arema. Bahkan
sebelum dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PSSI, Arema menurutnya jadi
percontohan klub professional.
’’Saya katakan, sebelum saya jadi Ketua Umum PSSI, belajarlah pada Arema
yang tanpa APBD bisa hidup. Belajarlah pada Aremania, yang malu masuk
ke stadion kalau tanpa bayar tiket. Sedangkan didaerah lain, merasa
bangga kalau masuk gratis. Budaya malu kalau tidak bayar ini perlu
dikembangkan,’’ terang Djohar.
Ini hanya sebbagian berita yang ada, karena ayas hanya ingin menampilkan perkataan “tirulah Aremania” yang tercantum di atas. Ada beberapa poin yang muncul dari berita di atas;
1. Arema layak untuk turut dalam liga Indonesia yang memenuhi lima syarat dari AFC untuk klub professional.
Pak Djohar mengakui bahwa sejak lama Arema adalah sebuah tim profesional yang tidak pernah menyusu pada APBD.
2. Arema menurutnya jadi percontohan klub professional.
3. Belajarlah pada Aremania, yang malu masuk ke stadion kalau tanpa bayar tiket.
4. Di daerah lain, merasa bangga kalau masuk gratis (daerah endi hayoooooo…………?).
Salam Satoe Jiwa.
Sumber : junedoyisam.wordpress.com

Forza Arema
13 Agustus 2011 - 09:23:16 WIB
Salam satu jiwa, Arema patut ditiru sam
alfa
13 Agustus 2011 - 03:55:22 WIB
daerah surabaya iku sam sing gak tau bayar tiket.. hahaha
udin hutatata
13 Agustus 2011 - 05:02:01 WIB
aku tau, sing seneng mlebu stadion gratis. . . sing logo ne bajul karo suro kuwi lo. . .
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online