Jumat, 28 Oktober 2011 - 03:52:19 WIB
tak Terpengaruh Jadwal Kompetisi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita - Dibaca: 98 kali

Perubahan jadwal yang kemungkinan terjadi karena perubahan peserta kompetisi Indonesia Super League (IPL) tak dirisaukan sejumlah klub. Peserta IPL justru melihat jadwal baru nanti lebih longgar karena peserta berkurang.

Peserta IPL dari Jawa Timur meliputi Arema FC, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. Klub tersebut bakal mengawali liga hampir bersamaan, yakni akhir November. Kick off tersebut rencananya tak berubah walau ada perombakan jadwal kompetisi.

"Tidak ada konsekuensi apa-apa bagi klub soal itu (perubahan jadwal). Justru kalau peserta lebih sedikit, tim bisa agak longgar dan mungkin hanya bermain sepekan sekali. PSSI juga rencananya akan tetap menggulirkan akhir November," ungkap Media Officer Arema FC Noor Ramadhan.

Menurut jadwal semula, Arema bakal mulai bertarung pada 27 November menjamu PSM Makassar. Lawan maupun status pertandingan (kandang/tandang) bisa saja berubah tergantung revisi dari PSSI. Yang pasti Arema tetap berasumsi kompetisi akhir November.

"Perubahan jadwal bukan persoalan, asalkan kompetisi dimulai sesuai rencana semula," tambah Noor. Sebab, menurutnya platih sudah menyiapkan program untuk tim dengan asumsi kompetisi bergulir akhir November.

Jika sampai ada perubahan kick off kompetisi, maka dipastikan program pra musim mengalami perubahan lagi. Klub berjuluk Singo Edan dalam pekan-pekan ini sudah memasuki program ujicoba dengan menjajal klub berlevel lebih rendah.

Ungkapan senada juga dilontarkan Persibo Bojonegoro. Kendati nantinya ada perubahan jadwal pertandingan putaran pertama, namun kick off diharapkan tetap sesuai jadwal karena dikhawatirkan merusak persiapan tim.

"Jangan ditunda lagi, karena semua tim sudah mempunyai program masing-masing. Kalau perubahan jadwal, tentunya pasti terjadi jika peserta kompetisi berkurang. Itu bisa kami maklumi," tutur Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar.

Taufik juga mencoba mengambil sisi positif dari berkurangnya peserta liga, yang otomatis melonggarkan jadwal pertandingan. Jadwal selama ini dirasa cukup berat karena setiap tim rata-rata menjalani pertandingan sekurangnya dua laga per pekan.

Dengan skuad yang agak 'tipis' seperti Laskar Angling Dharma, jadwal itu tergolong berat. Taufik sendiri lebih suka dengan jadwal pertandingan sekali dalam sepekan karena tidak melelahkan pemain, apalagi jika jarak yang ditempuh tergolong jauh.

"Misalnya kita bertanding di Sumatera atau Papua, maka paling tidak pertandingan berjarak empat hari. Kelelahan pemain bukan karena pertandingan saja, tapi juga jarak dan waktu yang ditempuh selama perjalanan," jelasnya.

Sementara, Persema Malang pilih tak memikirkan perubahan jawal. Tim yang masih galau karena sanksi Irfan Bachdim tersebut mengatakan jadwal tidak ada pengaruh, karena semua ditentukan kesiapan tim.

"Pakai jadwal yang kemarin atau jadwal baru, kami tak begitu memikirkan. Persema hanya ingin tim siap menjelang kompetisi, bagaimana pun jadwal yang disusun PSSI. Kami sendiri optimistis akan siap sebelum akhir November," ujar CEO Persema Didied Poernawan. (Kukuh Setiawan/Koran SI/edo)

0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)